IDX LIVE TICKER
🚗
Otomotif & Ritel Konglomerasi & Otomotif #5 di IDX

$ASII PT Astra International Tbk

"Konglomerasi Otomotif, Alat Berat & Jasa Keuangan Terbesar Indonesia"

Didirikan / IPO 1957 / 1990
Kantor Pusat Menara Astra, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat
Pengendali Jardine Cycle & Carriage Limited (50.11%) - Jardine Matheson Group
Harga Pasar IDX (Live)
Rp 4.750 +0.81%
Kapitalisasi Pasar: Rp 208.5 Triliun
Pilar 1

Model Bisnis Riil & Produk Populer

Ringkasan Operasional Bisnis

Astra International adalah salah satu konglomerasi bisnis terbesar dan paling disegani di Asia Tenggara. Menguasai lebih dari 50% pasar mobil Indonesia (Toyota, Daihatsu, Isuzu) dan lebih dari 75% pasar sepeda motor (Honda via AHM). Astra juga mengendalikan United Tractors (UNTR), Astra Agro Lestari (AALI), dan lini jasa keuangan Astra Financial.

Daftar Produk & Merek Populer Sehari-hari

Otomotif Mobil

Toyota, Daihatsu, Isuzu (Mobil Penumpang & Niaga)

Avanza, Innova Zenix, Calya, Hilux, Gran Max - mobil terlaris di jalan raya Indonesia.

Sepeda Motor

Honda Motor (Astra Honda Motor - AHM)

Beat, Vario, Scoopy, PCX - menguasai lebih dari 75% pangsa pasar motor nasional.

Alat Berat & Tambang

United Tractors (UNTR - Komatsu Heavy Equipment)

Distributor alat berat Komatsu dan kontraktor tambang PAMA Persada.

Jasa Keuangan

Astra Financial (FIFGROUP, ACC, TAF, Asuransi Astra)

Pembiayaan kredit kendaraan bermotor dan asuransi Garda Oto.

Struktur Sumber Pendapatan (Revenue Segments)

Otomotif (Mobil, Motor & Komponen) 40% Kontribusi

Penjualan kendaraan dan suku cadang Astra Otoparts.

Mesin Konstruksi & Penambangan (UNTR) 38% Kontribusi

Alat berat Komatsu, tambang batubara/emas, dan kontraktor PAMA.

Jasa Keuangan (Astra Financial) 10% Kontribusi

Pembiayaan kredit mobil/motor FIF & ACC serta asuransi.

Agribisnis, Infrastruktur & Properti 12% Kontribusi

Kelapa sawit AALI, jalan tol Astra Infra, dan Menara Astra.

Pilar 2

Metrik Fundamental & Valuasi Saham

Price to Earnings (PER) Murah
6.9x

Laba bersih per lembar saham dibanding harga pasar saat ini.

Price to Book Value (PBV) Murah
0.98x

Nilai pasar perusahaan dibanding total ekuitas/aset bersih.

Return on Equity (ROE) Profitabilitas
14.8%

Kemampuan manajemen mencetak laba bersih dari modal pemegang saham.

Net Profit Margin (NPM) Efisiensi
10.5%

Persentase laba bersih dari total omzet penjualan kotor.

Debt to Equity (DER) Sehat / Rendah
0.65x

Rasio total utang dibanding ekuitas. DER < 1x sangat aman.

Dividend Yield Cashflow
8.5%

Imbal hasil dividen tunai per tahun terhadap harga saham saat ini.

Status Valuasi Saat Ini: Murah / Undervalued

Valuasi PER di bawah 7x dan PBV di bawah 1x mencerminkan diskon valuasi yang sangat menarik dengan dividen yield di atas 8%.

Pilar 3

Rekam Jejak Dividen & Cash Flow

Frekuensi Pembagian 2x per tahun (Interim di Oktober & Final di Mei)
Rata-rata Payout Ratio (DPR) 55% dari Laba
Konsistensi Pembagian 34 Tahun Berturut-turut

Salah satu pilar utama dividen aristokrat di Indonesia dengan pembagian laba yang tidak pernah terputus selama puluhan tahun.

Riwayat Dividen Tunai Terakhir

Tahun Buku Dividen Per Lembar (DPS) Dividend Yield (Saat Cum Date) Status Pembagian
2024 Rp 421 8.5% ✓ Sukses Dibagikan
2023 Rp 552 9.8% ✓ Sukses Dibagikan
2022 Rp 345 7.2% ✓ Sukses Dibagikan
Pilar 4

Keunggulan Kompetitif (Moat) & Risiko Bisnis

Tingkat Parit Pertahanan Bisnis: 🏰 Wide Moat (Kuat & Dominan)

Kemudahan purnajual, harga jual kembali mobil bekas yang tinggi, dan ketersediaan suku cadang di seluruh kota membuat konsumen Indonesia selalu kembali ke ekosistem Astra.

Kunci Keunggulan Kompetitif ($ASII):

✓ Jaringan Bengkel & Dealer Terluas se-Indonesia (Auto2000 & AHASS)
✓ Loyalitas Merek Toyota & Honda yang Sulit Ditandingi
✓ Ekosistem Pembiayaan Mandiri (Astra Financial)
⚠️

Faktor Risiko Bisnis

  • Persaingan masuknya produsen mobil listrik Tiongkok (BYD, Wuling, Chery).
  • Pengetatan suku bunga kredit kendaraan bermotor.
  • Fluktuasi harga komoditas batubara yang mempengaruhi kinerja anak usaha UNTR.
🚀

Katalis Pertumbuhan Masa Depan

  • Peluncuran varian mobil Hybrid murah (Toyota Veloz Hybrid / Yaris Cross) yang sesuai dengan kesiapan infrastruktur Indonesia.
  • Ekspansi United Tractors ke tambang nikel dan energi terbarukan.
  • Dividen yield tinggi yang membatasi penurunan harga saham.