IDX LIVE TICKER
๐Ÿœ
Konsumer & FMCG Makanan & Minuman Olahan #7 di IDX

$ICBP PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

"Raja Mi Instan & Makanan Konsumer Terbesar di Dunia"

Didirikan / IPO 1982 / 2010
Kantor Pusat Sudirman Plaza, Jakarta Selatan
Pengendali PT Indofood Sukses Makmur Tbk (80.53%) - Grup Salim
Harga Pasar IDX (Live)
Rp 7.025 -0.35%
Kapitalisasi Pasar: Rp 128.5 Triliun
Pilar 1

Model Bisnis Riil & Produk Populer

Ringkasan Operasional Bisnis

ICBP adalah produsen produk konsumen bermerek terkemuka di Indonesia dan global. Merek andalannya, Indomie, telah menjadi ikon global dan diekspor ke lebih dari 100 negara. Melalui akuisisi Pinehill Company Limited, ICBP menguasai pasar mi instan di Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Tenggara.

Daftar Produk & Merek Populer Sehari-hari

Mi Instan

Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie

Menguasai lebih dari 70% pangsa pasar mi instan domestik dan mendominasi pasar Afrika & Timur Tengah.

Dairy (Susu)

Indomilk, Milkuat, Cap Enaak

Lini produk susu cair UHT, kental manis, dan susu bubuk anak.

Makanan Ringan

Chitato, Qtela, Chiki, Maxicorn

Snack kentang, singkong, dan jagung terpopuler.

Minuman

Ichi Ocha, Club Air Mineral

Teh siap minum dan air minum dalam kemasan.

Struktur Sumber Pendapatan (Revenue Segments)

Mi Instan (Noodles) 72% Kontribusi

Kontributor laba dan omzet terbesar dengan margin operasional tertinggi.

Dairy (Produk Susu) 14% Kontribusi

Pertumbuhan stabil dari konsumsi rumah tangga.

Snack Foods (Makanan Ringan) 6% Kontribusi

Pasar anak muda dan camilan modern.

Penyedap, Nutrisi & Minuman 8% Kontribusi

Bumbu racik, bubur bayi Sun, dan minuman siap saji.

Pilar 2

Metrik Fundamental & Valuasi Saham

Price to Earnings (PER) Wajar
14.8x

Laba bersih per lembar saham dibanding harga pasar saat ini.

Price to Book Value (PBV) Wajar
2.7x

Nilai pasar perusahaan dibanding total ekuitas/aset bersih.

Return on Equity (ROE) Profitabilitas
18.5%

Kemampuan manajemen mencetak laba bersih dari modal pemegang saham.

Net Profit Margin (NPM) Efisiensi
12.2%

Persentase laba bersih dari total omzet penjualan kotor.

Debt to Equity (DER) Sehat / Rendah
0.85x

Rasio total utang dibanding ekuitas. DER < 1x sangat aman.

Dividend Yield Cashflow
3.8%

Imbal hasil dividen tunai per tahun terhadap harga saham saat ini.

Status Valuasi Saat Ini: Wajar / Fair Value

Valuasi PER berada di sekitar rata-rata historis 5 tahun (14-16x). Margin laba terjaga berkat kemampuan menaikkan harga (pricing power) saat harga gandum dan CPO berfluktuasi.

Pilar 3

Rekam Jejak Dividen & Cash Flow

Frekuensi Pembagian 1x per tahun (Final Dividend di bulan Juli/Agustus)
Rata-rata Payout Ratio (DPR) 50% dari Laba
Konsistensi Pembagian 14 Tahun Berturut-turut

Konsisten membagikan dividen setiap tahun sejak IPO pada 2010 dengan payout ratio rata-rata 50% dari laba bersih.

Riwayat Dividen Tunai Terakhir

Tahun Buku Dividen Per Lembar (DPS) Dividend Yield (Saat Cum Date) Status Pembagian
2024 Rp 415 3.8% โœ“ Sukses Dibagikan
2023 Rp 378 3.6% โœ“ Sukses Dibagikan
2022 Rp 320 3.4% โœ“ Sukses Dibagikan
Pilar 4

Keunggulan Kompetitif (Moat) & Risiko Bisnis

Tingkat Parit Pertahanan Bisnis: ๐Ÿฐ Wide Moat (Kuat & Dominan)

Hampir mustahil bagi pesaing baru untuk menumbangkan dominasi Indomie di warung kelontong hingga minimarket modern di seluruh pelosok Indonesia.

Kunci Keunggulan Kompetitif ($ICBP):

โœ“ Kekuatan Merek (Brand Power Indomie Tak Tertandingi)
โœ“ Jaringan Distribusi Rantai Pasok Terluas di Indonesia
โœ“ Skala Ekonomi Produksi Massal
โš ๏ธ

Faktor Risiko Bisnis

  • Volatilitas harga komoditas bahan baku (Gandum global & CPO).
  • Fluktuasi kurs mata uang asing terhadap utang obligasi dollar akuisisi Pinehill.
  • Daya beli masyarakat kelas menengah bawah saat inflasi pangan tinggi.
๐Ÿš€

Katalis Pertumbuhan Masa Depan

  • Pertumbuhan konsumsi mi instan di pasar Afrika (Nigeria, Mesir, Kenya) yang memiliki bonus demografi tinggi.
  • Efisiensi biaya bahan baku saat harga gandum global stabil.
  • Peningkatan margin dari produk premium (Indomie Premium Collection).